Memilih Buku Anak

Memilih Buku Anak

Warbiyasak! Tepuk tangan.

Saya yaa.. sesuka-sukanya baca buku, sepengin-penginnya anak ikutan demen sama buku, tapi enggak punya pos untuk belanja buku tiap bulannya. *Langsung gagal mengklaim diri sebagai book enthusiast.*

Soalnyaaa… kadang duit buat beli buku bisa dipake buat traveling atau beli baju. Apalagi bentar lagi Paskah tuh.. Masa 3 hari berturut-turut ke gereja bajunya itu-itu aja. Brb, berarti harus beli 3 baju dikali 3 orang. Bonus mana bonus, kapan turunnya. >.< Read more

Alasan Kenapa Ibu Harus Bekerja

Alasan Kenapa Ibu Harus Bekerja

Setiap perempuan pasti punya alasannya masing-masing dalam memilih sesuatu. Kenapa memilih hidup lajang, kenapa memilih menikah usia muda. Kenapa memilih menunda punya anak, kenapa memilih tidak punya anak. Kenapa memilih punya anak satu aja, kenapa memilih untuk tidak membatasi jumlah anak. Kenapa memilih jadi ibu rumah tangga fulltime, kenapa memilih jadi ibu pekerja. Kenapa memilih jadi freelancer, kenapa memilih menjadi pekerja kantoran.

Saya ini ibu pekerja kantoran, dan saya punya alasan kenapa memilih itu. Meski di luar sana ada yang nyinyir dan menuduh saya enggak peduli sama anak, atau istri kurang ajar karena meminta suami menjemur cucian di depan.

Tapi enggak ada yang tau kan.. di dalam saya….. tidur-tiduran. Hahaha.. nggaklaahhh… Saya di dalem nyuci piring, masak, atau mandiin anak.

Read more

Mencatat Riwayat Kesehatan dengan MedicTrust

Mencatat Riwayat Kesehatan dengan MedicTrust

“Sebenernya aku agak enggak sreg sama dokter itu, tapi gimana lagi rekam medis semua ada di rumah sakit itu.”

“Kasian Bapakku, dia harus cek lab lagi dari awal di rumah sakit ini. Bukan masalah biayanya, tapi tenaganya. Udah orang tua, sakit juga, bolak-balik tes lab.”

“Iya dok, saya punya alergi obat. Kalo minum obat itu perut saya maag sakit banget. Tapi saya enggak tahu nama obatnya. Pokoknya kecil, warnanya pink.”

Kalimat pertama itu sahabat saya, kalimat kedua itu temen kantor, dan yang terakhir saya sendiri.

***

Dokter saya dulu pernah bilang, “Jadi pasien itu yang pintar, tapi jangan sok pintar.”

Dalam hati saya mengamininya. Kita harus jadi pasien yang jeli, tidak segan bertanya ketika tidak jelas, tapi jangan jadi pasien yang terlalu mendikte dokter. Bagaimana pun, mereka tetaplah memiliki ilmu kesehatan yang lebih mumpuni daripada kita. Read more

Kesalahan Penyebab Anak Tidak Suka Baca

Kesalahan Penyebab Anak Tidak Suka Baca

Baca: Fun Cican, Serunya Bermain dan Belajar Bersama Cican

Ngajak anak untuk suka baca itu susah-susah gampang. Belum tentu loh, bapak-ibunya penulis trus anaknya punya hobi baca buku. Kayak Luna gini masih kecil, masih bisa diarahkan untuk membaca buku sebelum tidur dan tiap diajak ke toko buku dia langsung kalap semua pengin dibawa. Tapi enggak jaminan juga sih, besok gedenya dia tetep bakal suka baca.

Life is changing. Siapa tahu besok setelah SD dia ikut les biola, hobinya jadi berubah ke musik. Who knows?

Anak yang enggak suka baca buku itu enggak salah kok. Sama sekali enggak. Apalagi jaman anak kita besok, jendela dunia enggak cuma dari buku tapi dari internet.

Permasalahannya adalah, mereka suka baca enggak? Buku dan internet itu sama-sama harus dibaca. Semuanya butuh ketekunan mata dan otak untuk membacanya. Kalau cuma skimming atau baca cepat, informasi yang nyantol cuma setengah-setengah. Gawat kalau dengan ilmu setengah-setengah itu langsung disebar-luaskan. Read more

6 Cara Cepat Menidurkan Anak

6 Cara Cepat Menidurkan Anak

Mengatur jam tidur anak itu susah-susah gampang. Tidur siang aja sulit, apa lagi tidur malam. Kalau diturutin, bisa beneran anak enggak tidur siang, trus jam 11 malam baru tidur. Duh, bhay.. me time!

Untungnya.. Luna bukan anak yang hobi tidur malam. Dalam kondisi normal, paling malam tidur jam 9 malam. Sesekali tidak normal, misalnya saat sedang di rumah eyangnya, di rumah saudara, ketemu sepupu, atau ada acara rame-rame yang baru selesai jam 10.

Tapi… Luna itu hobinya bangun siang. Padahal katanya anak bayi tu bangunnya pagi-pagi kan ya.. Mana? Kenyataannya Luna jarang banget bangun pagi. Kalau enggak dibangunin, dia bisa baru bangun jam 8 pagi. Pernah tu kejadian Bapak-Ibuknya udah berangkat kerja, dia masih juga molor. Padahal malemnya udah tidur jam 8 malam, dan siangnya udah tidur sekitar 1-2 jam. -____-
Read more

Healthy Dessert: CoYo [Guestpost]

Healthy Dessert: CoYo

Sudah Selasa lagi, sudah haus lagi sama asupan baru nan bergizi, kan? Halah :p

Kali ini tanpa banyak ngelantur di awal, temen saya, Nadia akan berbagi resep CoYo atau Coconut Yogurt hasil berguru dari Bu Janti @alterjiwo di kediamannya, Rumah Pendopo Maguwo, Sabtu lalu, 20 Januari 2016.

Ternyata gampang sekali loh.. Bahan yang dibutuhkan antara lain: Read more

Menikah Beda Agama

Menikah Beda Agama

Sebenarnya saya tidak pernah punya keinginan untuk menuliskan ini sama sekali. Cuma kalau ditanya, dengan senang hati akan menjelaskannya. Tapi lama-lama capek juga ya menulis dan menceritakan kisah saya, lalu mengirimkannya satu per satu ke setiap email yang masuk. *anaknya malesan*

Berawal dari komen saya di blog post teman, inbox saya kemudian dibanjiri email yang menanyakan “bagaimana caranya menikah beda agama?”

Mereka ternyata ngublek-ublek blog saya, dan saya belum pernah sama sekali menuliskan hal ini. Trus pada usul, mendingan saya bikin postingan ini aja sekalian. Ya udah deh.. Akhirnya ketulis juga sekarang. 🙂

Sebelum baca lebih lanjut tulisan ini, saya mau menjelaskan bahwa “beda agama” yang dimaksud di sini adalah agama Kristen dan Katolik. Kayaknya mirip ya? Padahal itu dua agama yang berbeda. Kalau sama, ngapain juga negara ini bahkan dunia membaginya menjadi agama yang berbeda.

Sedikit menjelaskan perbedaannya ya.. Karena banyak orang yang enggak tahu bedanya Kristen dan Katolik. Tahunya hanya, mereka mengimani hal yang sama, hari besarnya sama, dan tempat ibadahnya sama-sama gereja. Padahal sebenarnya secara ritual, doa, iman, pemuka agama, hirarki, gedung gereja, bahkan kitab suci, banyak bedanya loh..

Read more

#1000BooksForKids: Tunggu Aku, Harimau Cilik!

Luna punya satu buku cerita yang murah sekali. Saya membelinya di bazar Gramedia saat first opening di Jogja City Mall. Harganya cuma 10.000 rupiah, tapi ada moral lesson yang sangat bagus. Yes, buku yang ada moral lessons-nya pasti jadi incaran ibu-ibu.

Meski sebenarnya, buku ini adalah pilihan Luna. Saat melihat tumpukan buku dengan display di bawah, dia langsung berlari heboh dan asal mencomot buku yang menurutnya menarik. Salah satu buku yang diambil, buku ini. Tapi sebelum dibayar, saya cek dulu apakah kontennya bagus dan pas buat dia.

Hasilnya, buku ini lolos badan sensor ibuk. Boleh dibeli Luna, dan dibaca sebagai pengantar tidur.

#1000BooksForKids: Tunggu Aku, Harimau Cilik!

“Tunggu Aku, Harimau Cilik!”
Penulis: Julie Sykes
Penerbit Erlangga For Kids
32 halaman, soft cover

Selain di rumah, ternyata buku ini juga menjadi salah satu koleksi buku di daycare Luna. Terkadang di rumah Luna cerita, tadi di daycare abis baca buku “Harimau Cilik”, yang bacain Bunda Cici.

Lalu di rumah, dia minta dibacain lagi buku ini.

Read more

Syarat Memberi Nama Julukan Pada Anak

Syarat Memberi Nama Julukan Pada Anak

Banyak yang berpendapat, bahwa orangtua tidak boleh memberi nama julukan untuk anak. Karena itu akan mempengaruhi psikologis anak.

Setuju?

 

Saya punya cerita, Bapak saya suka sekali memberi nama julukan ke anak-anaknya. Tapi bukan nama julukan yang berkonotasi negatif, seperti “Pelit”, “Kriting”, “Gendut”, dan lainnya. Bapak mengarang nama sendiri buat anak-anaknya. Padahal nama yang tercatat di akta itu ya karangan Bapak, tapi setelah anaknya gede, panggilannya beda dengan yang di akta.

Bapak saya suka memanggil saya dengan panggilan “Genon”, adik saya yang namanya Diga dipanggilnya “Digong”. Panggilan yang tidak punya arti apa-apa, tapi dulu saya sebel banget kalau Bapak memanggil “Genon” saat teman-teman saya sedang di rumah. Read more

Sarapan Sehat: Overnight Choco-Muesli [Guestpost]

Sarapan Sehat: Overnight Choco-Muesli

Kalau sedang kalut, saya senang memanjakan diri dengan makanan manis. Eh, dasar saya memang penggemar kue, cokelat, dan teman-temannya. Jadi meskipun saya sudah terbiasa minum teh, smoothie, wedang, tanpa campuran gula … tetap sulit rasanya untuk tidak melahap makanan manis. Ya sudah ….

Andalan/penyelamat/mood booster saya akhir-akhir ini jatuh kepada Muesli! Sajian sarapan yang isinya butiran gandum utuh dicampur dengan biji-bijian, buah kering (pisang, kurma), dan kacang ini benar-benar bikin nagih. Saya cemilin seperti biasa, untuk ganjalan saat waktu-waktu kritis tapi belum masuk jam makan. Saya campur dengan jus pisang kayu manis (one of my favorite!), kadang dicampur dengan lelehan cokelat panas.

Paling seru membuat muesli sejak saat malam sebelumnya, ini ada cara sederhananya: Read more